Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

3 DIMENSI DALAM KONSEP EKSTRAKURIKULER IPA PPPPTK IPA

PPPPTK IPA mengundang 40 guru yang akan dilatih menjadi trainer dalam pelatihan guru Pembina ekstrakurikuler sekolah. Fakta awal yang didapatkan dari calon master trainer tersebut adalah bahwa konsep ekstrakurikuler yang dilakukan di sekolah masing masing berbeda. Terdapat Sebagian yang mengembangkan skill wirausaha siswa melalui kegiatan bernuansa sains, ada sebagian yang  melaksanakan esktrakurikuler dalam konsep pendalaman materi untuk kebutuhan OSN, dan sisanya terkait karya ilmiah dan teknologi robotika. Keberagaman tersebut terungkap karena didasarkan pada berbagai kebutuhan sekolah, serta bakat dan minat yang dimiliki siswa. Terdapat juga fakta lain yang mencengangkan yakni terdapat beberapa persen dari sekolah tidak mengembangkan ekstrakurikuler IPA dan malah tidak melibatkan guru IPA dalam pelaksanaan ekstrakurikuler.

PPPPTK IPA memandang ekstrakurikuler IPA dalam bentuk apapun akan memberikan dimensi pengembangan bakat dan minat siswa dengan cara yang berbeda dengna pembelajaran kelas. Dalam kegiatan ini guru dapat mengembangkan potensi siswa dengan menyenangkan dalam mengekplorasi alam. Mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi dengan cara yang lebih bermakna. Bertolak dari hal tersebut dibuatlah oleh PPPPTK IPA konsep yang memadukan literasi sains, interpreneur dan desain rekayasa dalam ekstakurikuler. Berdasarkan kajian Lembaga ini, konsep tersebut akan lebih menarik bagi siswa dan secara jangka Panjang akan mendukung peningktan skor PISA Indonesia.

 

Dengan literasi sains, siswa melalui ekstrakurikuler diharapkan dapat menjawab permasalahan yang terjadi di lingkungan. Jawaban permasalahan dirumuskan melalui kemampuan siswa dalam megindentifikasi permasalahan secara mendalam, serta kemampuan berpikir kritis dan saintifik. Melalui kemampun desain rekayasa, siswa dapat memanfaatkan sumber daya alam disekitar untuk membuat sesuatu yang mensolusikan permasalahn secara tepat dan efektif. Dan dalam konsep sainspreneur siswa diharapkan memiliki jiwa interpreneur memaksimalkan bahan yang bernilai ekonomi rendah menjadi bernilai tinggi dan memiliki kemanfaatan yang maksimal.

Loading Likes...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *