Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

Sistem Reproduksi Pada Manusia

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Salah satu ciri makhluk hidup, termasuk manusia, yaitu berkembang biak. Sistem reproduksi pada manusia menjadi komponen penting dalam menghasilkan keturunan.  Sistem reproduksi pada manusia, baik pria maupun wanita memiliki struktur organ internal dan ekternalnya masing-masing yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Awal proses reproduksi manusia terjadi ketika sel sperma dari pria bertemu dengan sel telur wanita, umumnya terjadi dalam hubungan seksual. Proses ini dapat berjalan berkat adanya organ-organ reproduksi yang berfungsi dengan baik. Organ reproduksi beserta dengan kelenjar dan hormon membentuk sistem reproduksi yang berperan dalam proses reproduksi manusia. Sistem reproduksi pada pria dan wanita berbeda, serta bekerja spesifik untuk masing-masing jenis kelamin secara genetik.

Mengenal Sistem Reproduksi Pria dan Wanita

Fungsi sistem reproduksi pada pria terutama untuk produksi dan penyimpanan, serta mengantarkan sperma untuk pembuahan sel telur. Sedangkan, sistem reproduksi wanita memiliki fungsi memproduksi sel telur dan mengandung bayi. Kedua fungsi tersebut saling melengkapi dalam proses reproduksi.

Sistem organ reproduksi pria dan wanita, sama-sama terdiri dari bagian eksternal dan internal.  Sebagian besar sistem reproduksi pria berada di luar tubuh, berbeda dengan wanita yang lebih banyak berada di dalam tubuh.

1. Bagian-Bagian Alat Reproduksi pada Pria

Sistem reproduksi pada pria terdiri dari 2 bagian utama yaitu testis yang merupakan tempan pembentukan sperma, dan penis. Pada manusia, kedua organ ini berada di luar perut. Letak testis yang berada di luar perut memungkinkan untuk mengatur suhu sperma, yang membutuhkan suhu tertentu untuk bertahan hidup yaitu sekitar 2-3o C lebih rendah dari suhu tubuh normal yaitu 37oC. Berikut adalah bagian-bagian alat reproduksi pada pria:

1. Organ Reproduksi Luar pada Pria

Alat reproduksi luar pada pria adalah alat reproduksi pria yang dapat dilihat dari luar dan terdiri dari penis dan skrotum.

  • Penis adalah organ yang berfungsi untuk kopulasi (memindahkan sperma ke saluran kelamin wanita) sekaligus sebagai saluran buang air kecil. Penis tersusun atas tiga silinder jaringan erektil mirip spons. Jaringan tersebut berasal dari kapiler darah yang termodifikasi.
  • Skrotum adalah pelipatan dinding berupa kantung yang didalamnya berisi testis. Fungsinya adalah untuk menjaga suku testis supaya tidak terlalu panas. Di skrotum terdapat otot polos yang disebut otot dartos. Otot inilah yang membuat testis dapat mengerut dan mengendur.

2. Organ Reproduksi Dalam pada Pria

Alat reproduksi dalam pada pria terdiri dari testis, saluran reproduksi/saluran pengeluaran, dan kelenjar kelamin.

  1. Testis adalah tempat untuk menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan juga hormon kelamin jantan (testosteron). Testis berjumlah sepasang dan berbentuk bulat telur. Testis adalah gonade jantan. Wujudnya berbentuk oval, berjumlah sepasang, diameter sekitar 5 cm, ditutupi oleh skrotum, dan tersusun atas pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Fungsi testis adalah sebagai tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin (testosteron). Pada testis juga terdapat sel sertoli yang menyediakan makanan bagi spermatozoa.
  2. Saluran reproduksi atau saluran pengeluaran terdiri dari:
    1. Epididimis adalah saluran berkelok-kelok sepanjang kurang lebih 6 meter di dalam skrotum yang keluar dari testis. Fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan sperma sementara dan mematangkannya. Epididimis merupakan saluran yang keluar dari testis. Setiap testis memiliki satu epididimis sehingga jumlahnya sepasang. Di epididimis sperma disimpan hingga matang.
    2. Vas deferens adalah saluran yang merupakan lanjutan dari epididimis. Fungsinya adalah sebagai penghubung antara epididimis dengan kantong sperma. vas deferens adalah saluran lurus yang mengarah ke atas. Saluran ini menghubungkan epididimis dan vesikula seminalis.
    3. Duktus ejakulatoris adalah saluran pendek penghubung kantung sperma dengan uretra. Saluran ini mampu menyemprotkan sperma dengan kecepatan tinggi keluar tubuh.
    4. Uretra adalah saluran urine dari kandung kemih sampai keluar tubuh melalui penis.
  3. Kelenjar kelamin terdiri dari:
    1. Vesikula seminalis (kantung semen/mani) adalah sebuah kantong yang dindingnya menghasilkan getah sebagai makanan untuk sperma. vesikula seminalis merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kandung kemih. Jumlahnya sepasang. Cairan yang dikeluarkan vesikula seminalis berwujud kental, kekuning-kuningan, dan bersifat basa serta mengandung mukus, gula fruktosa (sumber energi sperma), enzim pengkoagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin.
    2. Kelenjar prostat adalah kelenjar yang melingkari bagian atas uretra. Letaknya berada dibawah kandung kemih. Cairan yang dikeluarkan kelenjar prosetat bersifat encer dan seperti susu serta mengandung enzim anti koagulan, sitrat, dan sedikit asam.
    3. Kelenjar bulbouretralis atau kelenjar cowper adalah kelenjar berjumlah sepasang yang salurannya langsung menuju uretra dibawah prostat. Kelenjar ini menghasilkan mukus bening bersifat basa yang menetalkan urine asam yang masih tersisia di uretra.

3. Proses Spermatonesis

Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma di dalam tubulus seminiferus pada testis oleh sel spermatogonium. Proses spermatogenesis memerlukan waktu 65 – 75 hari. Spermatogonium dalam tubulus seminiferus akan mengalami pembelahan dan membentuk spermatosit primer yang selanjutnya akan membelah secara meiosis pertama untuk menghasilkan dua spermatosit sekunder. Tiap spermatosit sekunder melakukan pembelahan meiosis kedua menghasilkan 2 spermatid sehingga terdapat 4 spermatid. Spermatid akan berkembang menjadi sperma yang matang dan akan menuju epididimis.

Sperma matang tersusun atas bagian kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Kepala sperma mengandung inti haplois dan ditutupi badan (akrosom) yang mengandung enzim yang membantu sperma menembus sel telur. Bagian tengah mengandung mitokondria spiral yang berfungsi menyediakan energi untuk gerak ekor.

4. Hormon pada Pria

Proses pembentukan sperma distimulasi oleh sejumlah hormon yaitu:

  1. Testosteron adalah hormon yang memicu pembelahan meiosis. Hormon ini disekresi oleh sel leydig.
  2. Luteinizing hormone (LH) adalah hormon yang menstimulasi sel leydig untuk mensekresi testosteron. LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior.
  3. Follicle stimulating hormone (FSH) adalah hormon yang menstimulasi sel sertoli untuk mengubah spermatid menjadi sperma. FSH disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior.
  4. Estrogen adalah hormon yang berfungsi mematangkan sperma. Estrogen dibentuk oleh sel sertoli yang distimulasi oleh FSH.
  5. Hormon pertumbuhan adalah hormon yang mengatur fungsi metabolisme testis.

2. Bagian-Bagian Alat Reproduksi pada Wanita

Sistem reproduksi pada wanita juga terdiri dari 2 bagian utama yaitu vagina dan uterus. Ovarium menghasilkan ovum betina. Vagina melekat pada rahim melalui leher rahim, sementara rahim melekat pada ovarium melalui tuba falopi. Dalam jangka waktu tertentu, ovarium melepaskan sel telur, yang melewati tuba falopi ke dalam rahim.
Pembuahan ovum dengan sperma terjadi di tuba falopi. Peristiwa pembuahan ini disebut fertilisasi. Sel telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot bergerak menuju rahim. Dalam perjalanannya menuju rahim, zigot membelah berulang kali membentuk embrio. Selanjutnya, embrio akan menempel pada dinding rahim. Embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam rahim membentuk janin. Janin akan keluar sebagai bayi setelah sekitar 9 bulan berada di dalam rahim. Jika sel telur tidak dibuahi, sel telur ini akan keluar bersama dengan meluruhnya dinding rahim. Peristiwa ini disebut menstruasi.
Berikut adalah bagian-bagian alat reproduksi pada wanita:
  1. Ovarium adalah tempat pembentukan sel telur (ovum). Ovarium berjumlah sepasang dan terdapat di rongga badan.
  2. Tuba falopi adalah penghubung antara ovarium dan rahim. Jumlahnya juga sepasang. Di sinilah pembuahan sel telur oleh sperma terjadi.
  3. Rahim adalah tempat janin terbentuk sampai terbentuknya embrio dan kelahiran anak.
  4. Vagina adalah akhir dari saluran kelamin wanita dan tempat bayi keluar pada saat kelahiran.
3. Proses Reproduksi pada Manusia
Proses reproduksi pada manusia dimulai dengan hubungan seksual, kemudian diikuti oleh sembilan bulan kehamilan sebelum melahirkan. Selama bertahun-tahun orangtua merawat anaknya hingga menjadi manusia yang independen. Kehamilan dapat dihindari dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom untuk pria dan KB untuk wanita.

3.1. Usia Subur

Sistem reproduksi pada manusia mulai terlihat jelas pada saat usia subur yaitu diawali pubertas, pada wanita ditandai peristiwa haid (menstruasi) yaitu keluarnya darah akibat dari meluruhnya selaput rahim (endometrium) disertai pecahnya pembuluh darah. Hal ini merupakan tanda wanita telah menghasilkan sel telur. Usia subur pada wanita berakhir ketika sudah tidak haid (menopause).
Tahap siklus menstruasi:
  1. Fase menstruasi, dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.
  2. Fase pra ovulasi, dipengaruhi oleh hormon FSH.
  3. Fase ovulasi, dipengaruhi oleh hormon LSH.
  4. Fase pasca ovulasi, dipengaruhi oleh hormon progesteron.
Sedangkan usia subur pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah, yaitu keluarnya sperma pada waktu tidur karena terjadi rangsangan seksual dalam mimpinya. Usia subur pada laki-laki berlangsung sepanjang hidupnya.

3.2. Hubungan Seksual

Reproduksi pada manusia merupakan pembuahan di dalam yakni melalui hubungan seksual. Dalam proses ini, alat kelamin pria (penis) dimasukkan ke dalam alat kelamin wanita (vagina). Selama proses ini, sperma akan disalurkan ke vagina selanjutnya menuju rahim dan tuba falopi. Di tuba falopi terjadi pembuahan sel telur oleh sperma.

3.3. Kehamilan

Kehamilan adalah saat dimana janin berkembang di dalam rahim wanita. Selama kehamilan, janin menerima semua nutrisi dan oksigen melalui darah dari wanita melalui plasenta. Plasenta melekat pada janin melalui tali pusar. Akibatnya, wanita memerlukan kalori yang lebih besar. Selain itu, wanita juga memerlukan beberapa vitamin dan nutrisi dalam jumlah yang lebih besar dari normal, sehingga wanita perlu makan dalam jumlah yang lebih besar. Masa kehamilan pada manusia adalah sekitar 266 hari.

3.4. Kelahiran

Setelah janin berkembang, janin akan mendorong keluar dan menuju proses persalinan. Manusia yang baru lahir disebut bayi. Bayi harus mulai mampu bernapas sendiri setelah kelahiran. Tak lama kemudian, plasenta ikut keluar dan tali pusar akan diputuskan.

3.5. Perawatan oleh Orangtua

Bayi manusia hampir tidak berdaya dan membutuhkan perawatan dari orangtua selama bertahun-tahun. Salah satu yang harus dilakukan adalah menyusui bayi oleh ibunya.
4. Kelenjar pada Sistem Reproduksi Manusia
Sistem reproduksi pada manusia juga terdiri dari beberapa kelenjar yang mendukung proses reproduksi. Berikut adalah beberapa kelenjar pada sistem reproduksi:
  1. Vesika Seminalis, adalah kelenjar pada pria yang menghasilkan cairan pekat berwarna kuning, mengandung makanan sebagai sumber energi untuk pergerakan sperma.
  2. Kelenjar Prostat, adalah kelenjar pada pria yang berfungsi sebagai penghasil semen terbesar yang bersifat encer, berwarna putih dana berisi makanan untuk sperma.
  3. Kelenjar bulbourethralis, adalah kelenjar yang terdapat pada uretra wanita yang berfungsi mensekresi cairan lendir bening untuk pada menetralkan cairan urine yang bersifat asam pada uretra.
  4. Kelenjar Bartholini, adalah Kelenjar yang terdapat pada vagina wanita berfungsi menghasilkan lendir yang alkalis saat berhubungan badan.
5. Hormon pada Sistem Reproduksi Manusia
Tanda-tanda pubertas sangat dipengaruhi oleh hormon. Berikut adalah beberapa hormon pada sistem reproduksi manusia:
  1. FSH (Follicle Stimulating Hormone) adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Hormon FSH ini berfungsi dalam proses pembentukan dan pematangan spermatozoa yang dikenal sebagai spermatogenesis dan ovum yang dikenal sebagai oogenesis. Di samping itu, FSH juga merangsang produksi hormon testoseron pada pria dan estrogen pada wanita.
  2. LH (Luteinizing Hormone). Hormon ini juga dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Hormon ini dapat merangsang proses pembentukan badan kuning atau korpus luteum di dalam ovarium, setelah terjadi poses ovulasi (pelepasan sel telur).
  3. Testosteron adalah hormon yang dihasilkan testis dan berperan dalam spermatogenesis dan penampakan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria.
  4. Estrogen. Hormon ini dihasilkan oleh folikel graaf di dalam ovarium. Hormon ini berperan alam oogenesis dan penampakan ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita. Di samping itu, hormon ini juga berperan untuk merangsang produksi LH dan menghambat produksi FSH.
  5. Progesteron. Hormon ini dihasilkan oleh badan kuning atau korpus luteum di dalam ovarium. Berperan dalam proses pembentukan lapisan endometrium pada dinding rahim untuk menerima ovum yang telah dibuahi. Pada saat terjadi kehamilan, progesteron bersama-sama dengan hormon estrogen menjaga agar endometrium tetap mengalami pertumbuhan, membentuk plasenta, menahan agar otot uterus tidak berkontraksi, dan merangsang kelenjar susu memproduksi ASI.
  6. Oksitosin. Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis. Peranannya, yaitu pada proses kelahiran, untuk merangsang kontraksi awal dari otot uterus.
  7. Relaksin. Hormon ini dihasilkan oleh plasenta, berperan untuk merangsang relaksasi ligamen pelvis pada proses kelahiran.
  8. Laktogen adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis yang bersama-sama dengan progesteron merangsang pembentukan air susu.

6. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

6.1. AIDS

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus). Virus ini menyerang sel darah putih yang merupakan penangkal tubuh dari penyakit. Virus ini menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita AIDS, menggunakan jarum suntik yang juga telah digunakan oleh penderita AIDS, keturunan, dan transfusi darah. Intinya, darah, sperma, air mani, dan alat yang tidak steril menjadi perantara penyebaran virus HIV.

6.2. Gonorrhea

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat ditularkan melalui kontak seksual. Penderita gonorea akan merasakan sakit pada saat mengeluarkan urin. kadang-kadang urine mengeluarkan nanah, jika penderita gonorea tidak diobati dapat merusak saluran reproduksi sehingga dapat mengakibatkan kemandulan.

6.3. Endometriosis

Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru. Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser.

6.4. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh sejenis bakteri Treponema pallidium, bakteri ini biasa ditularkan melalui kontak seksual atau jalan lain, misalnya bayi yang dilahirkan dari ibu penderita sifilis. Penyakit ini akan ditandai dengan adanya luka pada alat kelamin dan jika tidak segera diobati bakteri dapat merusak sel otak, melumpuhkan tulang atau merusak jantung dan pembuluh darah.
7. Reproduksi dalam Politik dan Sosial
Banyak negara seperti China yang mewajibkan setiap warganya untuk hanya memiliki maksimal 1 anak. Sementara di Indonesia, pemerintah menyerukan program KB yaitu setiap pasangan hanya punya 2 anak walaupun itu laki-laki ataupun perempuan. Ini dilakukan dalam rangka mengendalikan populasi di suatu negara.
Video Pengantar tentang Pengetahuan Perkembangan Seksual pada Pria dan Wanita
Loading Likes...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *