Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

MELAKONKAN TOKOH-TOKOH KOMPONEN REAKSI TERANG DALAM FOTOSINTESIS

MELAKONKAN TOKOH-TOKOH KOMPONEN REAKSI TERANG DALAM FOTOSINTESIS

Oleh: YULIATI, M.Pd.

Guru Biologi SMAN 1 Karas, Magetan

 

“Saya merasa kesulitan untuk memahamkan anak saat menyampaikan materi proses reaksi terang pada fotosintesis. Begitu pelik dan rumit,” keluh seorang rekan guru Biologi kepada penulis. Hal yang sama juga penulis alami sekian tahun yang lalu. Barangkali ini juga pernah dialami oleh guru lain. Tentu saja ini menjadi suatu masalah yang harus segera diatasi, karena tuntutan ketercapaian kompetensi harus terpenuhi untuk kemajuan belajar para siswa.

Bagaimanakah cara paling mudah yang harus digunakan oleh guru untuk keberhasilan proses pembelajaran tentang reaksi terang pada fotosintesis ini? Dengan ceramah? Siswa hanya mendengarkan dengan tenang kadang mengantuk, dan ketika ditanya apakah sudah paham? Hampir 90% siswa menggeleng. Metode ceramah yang notabene menjadi metode pembelajaran kuno dan kadaluwarsa ini tidak meninggalkan bekas sama sekali pada memori anak. Ketika dicoba menggunakan metode diskusi kelompok, diskusi bisa berjalan tetapi tidak maksimal hasilnya. Siswa sekedar membacakan hasil diskusi saat presentasi dan sangat kelihatan bahwa tidak semua siswa menguasai sepenuhnya hasil diskusi yang disampaikan. Anggota kelompok lain di dalam kelas juga tidak aktif bertanya. Kemungkinan besar juga tidak mengerti apa yang harus ditanyakan.

 

Karakteristik materi rekasi terang fotosintesis

Seperti yang kita ketahui, reaksi terang pada fotosintesis dipelajari siswa SMA di kelas XII semester ganjil. Materi ini masuk dalam Metabolisme. Dengan Sub materinya Katabolisme dan Anabolisme. Materi reaksi terang pada fotosintesis yang merupakan salah satu bagian dari anabolisme memiliki karakteristik yang penuh dengan istilah asing, istilah-istilah kimia, serta memiliki tahapan-tahapan dalam prosesnya. Di dalam buku pegangan maupun buku paket lain, penyajian materi biasanya disertai dengan bagan. Mengakses internet pun sebenarnya banyak situs yang menyajikan materi ini dan disertai dengan gambar ataupun bagan yang menarik.

Pada saat proses pembelajaran, guru lebih sering meminta kepada siswa untuk mengamati gambar (misalnya gambar di atas). Kemudian siswa diminta untuk menjelaskan bagaimana proses aliran elektron berdasarkan gambar. Tentu saja di dalam buku paket atau buku pegangan lain sudah ada penjelasan, siswa bisa membaca, ataupun mengakses penjelasan proses tersebut dari internet.

Sebagai contoh penjelasan misalnya: Fotosistem yang terlibat dalam fotosintesis adalah fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I (P700) mengandung klorofil a yang menyerap kuat energi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm. Fotosistem II (P680), mengandung klorofil a yang menyerap kuat energi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm. Pigmen-pignen dalam fotosintesis berfungsi untuk menangkap energi cahaya. Energi tersebut digunakan oleh pusat reaksi (klorofil a) untuk melepaskan elektronnya. Ada dua macam aliran elektron, yaitu aliran elektron siklik dan non siklik. Sampai di sini masih mudah dipahami oleh siswa. Setidaknya siswa akan menghafal sebelum mereka benar-benar memahami konsepnya.

Berikutnya menginjak pada aliran elektron siklik dan non siklik dalam reaksi terang sesuai dengan bagan atau gambar. Jalur elektron siklik, secara ringkas dijelaskan sebagai berikut: Elektron yang dilepaskan oleh fotosistem I akan ditangkap oleh akseptor elektron. Elektron tersebut selanjutnya diteruskan menuju sistem fereduksin (Fd). Dari fereduksin elektron diteruskan ke kompleks sitokrom dan akhirnya kembali ke fotosistem I. Jalur elektron siklik menghasilkan ATP.    

Sedangkan jalur elektron non siklik dimulai ketika fotosistem II menyerap energi cahaya. Energi tersebut ditangkap oleh klorofil untuk memecah molekul air (fotolisis), dengan reaksi  H2O       2H+ + 2e + ½ O2. Elektron yang dilepaskan dari hasil fotolisis diteruskan menuju akseptor elektron ke sistem transport elektron (plastoquinon, kompleks sitokrom, dan plastosianin). Dalam proses ini terbentuk ATP. Pada akhirnya, elektron tersebut akan diterima oleh fotosistem I. pada saat yang bersamaan, fotosistem I menyerap energi cahaya dan juga melepaskan elektron. Elektron tersebut diteruskan menuju akseptor elektron ke sistem transport elektron (fereduksin). Pada akhirnya, elektron tersebut akan ditangkap oleh NADP+, ion H+ hasil fotolisis kemudian diikat oleh NADP+ membentuk NADPH2.

Bagan atau gambar dan penjelasan singkat di atas, bagi siswa yang memiliki daya tangkap tinggi barangkali tidak sulit untuk mempelajarinya. Namun demikian banyak siswa yang merasa sulit untuk memahaminya. Guru harus berusaha menjadikan materi yang sulit atau rumit menjadi mudah dipahami. Penulis mencobakan pembelajaran materi ini dengan men-sekenariokan materi ini menjadi naskah drama, kemudian siswa akan menjadi tokoh yang melakonkan.

Bagaimana Melakonkan Proses Reaksi Terang Fotosintesis?

Guru itu sebenarnya insane multi talenta. Guru selain pengajar juga pendidik. Guru itu seorang inovator, motivator, fasilitator, dan lebih keren lagi, guru itu adalah aktor dan bahkan sekaligur sebagai sutradara. Dalam materi reaksi terang fotosintesis ini kemampuan guru sebagai sutradara akan menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Adapun langkah-langkah pelaksanaan proses pembelajarannya sebagai berikut:

  1. Menentukan jumlah tokoh.

Menentukan tokoh dalam konsep reaksi terang fotosintesis sangat penting. Jumlah tokoh akan menentukan jumlah anggota kelompok. Karena dalam pembelajaran ini siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok. Tokoh yang digunakan adalah: Fotosistem I, Fotosistem II, akseptor primer (2 orang) PQ (Plastoquinon), komplek sitokrom, PC (Plastocianin),  dan (Fe) Ferekdusin. Ada 8 tokoh. Jadi kelas bisa dibagi menjadi sekitar 4 kelompok, jika jumlah siswa dalam kelas adalah 32. Jika kurang atau lebih, bisa menyesuaikan. Bergantian atau dibantu oleh anggota kelompok lain. Diusahakan semua siswa memiliki peran.

  1. Menyiapkan property

Perlengkapan yang disiapkan diantaranya: 1. Tongkat kecil pendek dihias sebagai lambang elektron; 2). Kertas tebal (karton) dan ditulisi nama tokoh, dan terbaca dengan jelas. Ukuran 25 X 15 cm atau menyesuaikan, diberi tali sehingga bisa dikalungkan di leher pemeran tokoh (siswa); 3). Disiapkan juga 2 kertas tebal dengan ukuran yang sama diikat dengan tangkai (tongkat kecil) yang satu diberi tulisan ATP dan yang satu lagi diberi tulisan NADPH. Keduanya merupakan hasil Reaksi terang.

  1. Menyusun sekenario

Sekenario akan lebih baik jika disusun oleh siswa. Jika ada kesulitan, guru membantu mengarahkan. Sekenario dibuat sesuai dengan bagan jalur elektron siklik dan non siklik. Dialog tidak terlalu panjang, yang penting sesuai dengan konsep. Misalnya:

Fotosistem II : Fotosistem II menyerap energi cahaya matahari ditangkap oleh klorofil untuk fotolisis. Lalu elektron hasil fotolisis diteruskan menuju ke ….(sambil menyerahkan tongkat elektron ke Akseptor Primer)

Akseptor Primer: Akseptor Primer. Akseptor primer meneruskan elektron ke ….. (sambil menyerahkan tongkat elektron ke plastoquinon)

Begitu seterusnya. Ini sebagai contoh. Siswa akan lebih bervariasi dalam menyusun sekenario.

  1. Penampilan tiap kelompok

Setelah sekenario tersusun, masing-masing kelompok menampilkan “naskah dramanya” ke depan kelas, anggota kelompok lain harus mengamati.

  1. Menyimpulkan

Setelah semua kelompok tampil, guru melakukan tanya jawab kepada siswa kemudian siswa diajak untuk menyimpulkan. Kesimpulan haruslah mengarah kepada kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa. Misalnya menjelaskan perbedaan jalur elektron siklik dan non siklik dari segi fotosistem yang berperan dan hasil, jalur yang dilalui elektron siklik, jalur yang dilalui elektron non siklik, bahkan termasuk di mana tempat terjadinya proses reaksi terang fotosintesis.

Seperti yang pernah penulis alami, metode ini sangat menarik bagi siswa. Kadang kelas menjadi riuh ramai manakala ada kelucuan dari penampilan aktor di depan kelas. Tidak ada siswa yang diam, semua beraktifitas mulai dari awal pembelajaran hingga selesainya proses pembelajaran. Siswa lebih mudah mendapatkan gambaran mengenai materi reaksi terang pada fotosintesis ini. Konsep-konsep yang abstrak seakan bisa dikonkretkan dengan “drama singkat” ini.

Pembaca dapat mencoba metode ini pada pokok materi atau KD lain, misalnya pembelahan sel, sintesa protein, dan sebagainya untuk kelas XII. Bisa juga dicobakan di kelas XI. Utamanya materi-materi yang memiliki karakteristik hampir sama dengan  reaksi terang fotosintesis. misalnya pada materi Imun yang juga merupakan materi sulit di kelas XI. Pembelajaran yang menyenangkan dan menjadikan siswa sebagai pelaku, akan mendorong keberhasilan dalam proses pembelajaran.

(Artikel sudah pernah dimuat di Majalah media Provinsi Jawa Timur (ISSN 1693-3125) Edisi No12/THN. XLVIII/Februari 2019 pada halaman 28-30.

Loading Likes...

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *