Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

Profil MGMP Biologi Kabupaten Bantaeng


Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan forum/wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran Biologi tingkat SMA/MA Kabupaten Bantaeng

Ketua:
Sukaryanto, S.Pt., M.Pd.(SMA Negeri 2 Bantaeng)

Wakil Ketua:
Sahodding, S.Pd. (SMA Negeri 4 Bantaeng)

Sekretaris:
Nur Asry, S.P., M.Pd. (SMA Negeri 1 Bantaeng)

Wakil Sekretaris:
Nurhawaidah, S.Pd. (SMA Negeri 3 Bantaeng)

Bendahara:
Husniarti, S.TP. (SMA Negeri 2 Bantaeng)

Wakil Bendahara:
Melli Fitriani, S. P., M.Pd. (SMA Negeri 5 Bantaeng)

Bidang – Bidang
1. Perencanaan
Koordinator:     Herlina, S.Si., M.Pd. (SMA Negeri 1 Bantaeng)
Anggota :
Leni Asrawati, S.Pd. (SMA Negeri 1 Bantaeng)
Dra. Fatmawati (SMA Negeri 3 Bantaeng)
2. Pengembangan Organisasi, Administrasi dan Sapras
Koordinator:     Syahriani Yusuf, S.Pd.  (SMA Negeri 4 Bantaeng)
Anggota:
Drs. Muhammad Nasir (SMA Negeri 2 Bantaeng)
Hj. Nurhayati, S.Pd., MM. (SMA Negeri 2 Bantaeng)
3. Humas dan Kerjasama
Koordinator: Drs. Syarifuddin (SMA Negeri 4 Bantaeng)
Anggota:
Ismail, S.Pd., M.Pd. (SMA Negeri 5 Bantaeng)
Musdalifah, S.Pd. (SMA Negeri 6 Bantaeng)

Visi dan Misi 

Mengembangkan profesionalisme guru, mengembangkan wawasan dan pengetahuan, melakukan kegiatan inovatif terhadap pengembangan mutu pendidikan dan memberikan pelayanan pendidikan bermutu bagi masyarakat.

TUJUAN
Sebagai wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran Biologi SMA/MA Negeri dan Swasta di Kabupaten Bantaeng, maka penyelenggaraan MGMP bertujuan untuk:

  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan para guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi/metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar berbasis ICT, pengembangan profesi dan sebagainya.
  2. Mengembangkan mutu profesionalisme guru sebagai pilar utama dalam manajemen kelas sehingga guru bangga terhadap profesinya.
  3. Mewujudkan pembelajaan yang efektif sehingga siswa dapat menguasai materi pembelajaran tuntas (mastery learning).
  4. Mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan mencari alternatif pemecahannya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, kondisi sekolah, dan lingkungannya.
  5. Membantu guru memperoleh informasi teknis edukatif yang berkaitan dengan kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi, kegiatan kurikulum, metodologi, serta sistem pengujian yang sesuai dengan mata pelajaran yang bersangkutan.
  6. Saling berbagi informasi dan pengalaman melalui workshop, lokakarya, forum guru, simposium, seminar, diklat, referensi, dll.
  7. Membantu guru memperoleh informasi teknis yang berkaitan dengan kegiatan riset/metodologi penelitian dalam pengembangan dan peningkatan profesi bagi jabatan fungsional guru dan sertifikasi.
Loading Likes...

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *