Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

Model Pembelajaran Pictorial Riddle Efektif Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Ekskresi

Oleh : Natalia Rengiar, S.Pd (Guru IPA SMP Negeri 3 Tual)

Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggungjawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Dalam dunia pendidikan kita sering mendengar ungkapan yang cukup sederhana yaitu “mendidik anak pada masa kini berarti menyiapkan orang dewasa di masa mendatang”. Pendidik harus bisa menyiapkan anak didik menjadi orang dewasa yang mandiri, mampu menggunakan dan mengembangkan sendiri kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) yang telah dimilikinya, dan mempunyai sikap yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Guru merupakan jabatan profesi yang memiliki tugas utama yakni mengajar, mendidik dan menilai keberhasilan siswa. Mengajar yaitu menyampaikan atau mentransfer ilmu kepada anak didiknya. Sedangkan mendidik mengubah prilaku siswa dari tidak tahu menjadi tahu dengan menekankan pada tiga aspek penting yaitu perubahan pengetahuan (knowledge), perubahan sikap dan nilai (affective) serta perubahan skill atau ketrampilan (psycomotoric). Oleh karena itu seorang guru dituntut untuk menguasai materi pelajaran dengan baik dan benar. Namun kenyataan menunjukkan bahwa hasil perolehan nilai beberapa mata  pelajaran dalam kenyataannya  masih ada yang belum memenuhi standar atau kriteria ketuntasan minimal (KKM), demikian juga halnya dengan mata pelajaran  IPA Terpadu. Berdasarkan hasil observasi dan  pengalaman penulis sebagai guru pada SMP Negeri 3 Tual selama ini, diketahui  bahwa pencapaian hasil belajar pada materi system ekskresi   selama ini masih rendah. Nilai rata-rata kelas IX pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 baru mencapai 60 Nilai tes harian siswa menunjukkan hanya 40 % siswa kelas IX-5 yang memperoleh nilai ≥ 60. Hasil ulangan tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan kriteria ketuntasan belajar, yaitu 73 atau skor 73 untuk individu dan 85% dengan nilai 73 untuk klasikal. Rendahnya hasil belajar siswa siswa kelas IX-5 semester satu disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: pada saat proses belajar mengajar metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru  hanyalah metode konvensional sehingga siswa merasa jenuh, diskusi kurang menarik karena bersifat teoritis, faktor keterlibatan siswa yang belum optimal disebabkan karena terbatasnya waktu kegiatan pembelajaran. Selama ini materi system ekskresi yang diajarkan guru hanya memakai metode ceramah, sehingga pengembangan materi kurang didapat akibatnya siswa merasa kurang tertarik dalam proses belajar mengajar dan hasilnya pun kurang memuaskan pada hal apabila materi system ekskresi ini diteliti lebih jauh memiliki peran penting terhadap kehidupan nyata. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis perlu untuk menerapkan model pembelajaran Picorial Riddle berbasis strategi inkuiri pada materi system ekskresi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan hasil belajar terhadap materi yang telah ada sebagai pengetahuan dasar mereka. Dengan demikian, permasalahan ini diangkat dengan judul “Pemanfaatan Model Pembelajaran Pictorial Riddle  Untuk meningkatkan hasil belajar materi sistem ekskresi siswa kelas IX-5 SMP Negeri 3 Tual”  

Loading Likes...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *