Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

PENGALAMAN YANG BERHARGA TENTANG KOLABORASI DARI NEGERI SAKURA

Pendidikan di Jepang termasuk yang menjadi ikon atau contoh di dunia. Bagaimana Jepang bisa bangkit dari kehancuran sejak dibom bardir oleh sekutu. Tahun 1945 dua tempat dihancurkan dengan menggunakan bom atom yaitu di Hirosima dan Nagasaki, pada saat itu semua peradaban lumpuh karena perang.

Saat itu Kaisar Jepang mengumpulkan berapa guru yang tersisa dan mulai merancang bagiamana membangun Jepang melalui pendidikan.  Dan sampai saat ini Jepang berhasil membangun kembali kehancuran yang dialalmi melalui pendidikan.

Indonesia termasuk adalah negara yang belajar tentang bagaimana pendidikan di Jepang mampu membangun negeranya yang disegani karena industri. Kami adalah guru-guru yang diberikan kesempatan yang akomodir oleh P4TK IPA Bandung belajar di Negara Jepang tepatnya di Nagoya University, kami mendapatkan banyak hal mengenai pendidikan yang seharusnya, menggeser pembelajaran yang individual menjadi kooperatif kemudian menjadi pembelajaran kolaborasi.

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran di mana peserta didik bekerja sama, tapi masih sendiri-sendiri dalam menyelesaikan tugas atau belajarnya, sedangkan pembelajaran kolaborasi adalah pembelajaran dimana peserta didik saling kebergantungan satu denagn yang lain, yang menguasai menjelaskan ke pada yang kurang paham, sedangkan yang kurang menguasai bertanya kepada yang sudah paham.

Pendidikan seperti inilah yang sudah diterapkan oleh Jepang dan terlihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.  Pada tanggal 22 Maret 2019 kami bersiap-siap untuk pulang ke Indonesia setelah 21 hari mengikuti kegiatan pelatihan. Saat itu kami sedang menunggu bis, tiba-tiba terjadi tabrakan antara sepeda motor yang menerobos lampu merah dan mobil. Pengendara sepeda motor terlempar beberapa meter dan kondisi motor rusak parah.

Pada saat itu kami terutama saya melihat kejadian merasa panik, karena saat itu tidak ada ada yang  langsung menolong (kebiasaan di Indonesia orang-orang langsung mengerumuni dan membantu). Jadi saat itu saya berpikir kok nggak ada yang mau menolong ya? Kok begini ya? Karena saat itu banyak orang lewat di tempat kejadian. Ternyata saya salah semua orang sedang menghubungi pihak yang berwenang termasuk orang yang bersama kami di depan hotel.

Selang beberapa menit terdengarlah sirine kendaraan lebih dari satu dan datang dari arah yang berbeda menuju tempat kejadian yaitu ambulans dari arah selatan, mobil polisi dari barat dan mobil pemedam kebakaran dari utara, wow luar biasa kolaborasinya.

Dari mobil ambulan keluar tim kesehatan menolong korban, polisi mengatur lalu lintas dan mobil pemadang kebakaran  membersihkan bekas bahan bakar yang tercecer. Selang beberapa menit tempat kejadian sudah steril dan lalu lintas berjalan normal kembali.  Hal ini terjadi karena pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran kolaborasi sejak duduk dibangku sekolah dasar.

Ini merupakan pengalaman dan pembelajaran yang berharga karena bukan hanya teori yang saya dapatkan tapi terlihat implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.  Semoga kedepannya Indonesia bisa menerapkan kolaborasi antara instansi  dalam menyelesaikan masalah.

Untuk mendapatkan hal ini maka guru-guru di Indonesia harus mulai merubah pembelajaran yang dilakukan ke arah pembelajaran kolaborasi sehingga generasi muda kita dapat berkolaborasi untuk menjawab tantangan yang ke depannya pasti semakin bervariasi dan sulit.  Bagaimanpun kolaborasi bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah.

Kolaborasi diperlukan antara guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah untuk menjawab semua tantangan pendidikan di Indonesia. Mari kita jalin kolaborasi saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.

 

#guruagenperubahan dan #dutasains.

Loading Likes...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *