Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

Practise PhET Simulation Interctive Learning Simulations With Indonesian Style

Practise PhET Simulation Interctive Learning Simulations

With Indonesian Style

 

Pagi ini memasuki hari ke 17 kami di Japan belajar kembali tentang simulasi tentang PhET dengan Ariel Paul ,Ph,D, namun pagi ini kita star dengan mengingatkan kembali bagaimana tahapan dalam melalkuakn diskusi interactif mengunakan aplikasi pada PhET,  tahapan sebagai berikut : Vote Alone, discuss, Vote again, dan discuss and explanation. Pagi ini kita kembali berdiskusi secara berkelompok seperti hari sebelumnya untuk maembahasa dan membuat satu pertanyaan yang dapat dimainkan secara interaktif tapi dapat disimulasikan pembenaranya dengan menstimulasikan pada aplikasi PhET lain. Pagi ini kita berkelompok nbekerja dan memimlih satu topik simualsi yakni Topik yang berhubungan dengan materi kita yaitu Zeating dan exersise. Pada aplikasi simulasi tersebut banyak beberapa variabel yang saling berhubungan diantaranya bagaimana umur, jenis kelamin, tinggi dan berat badan serta beberapa jenis aktifitas, dan beberapa jenis makanan serta minuman sebagi sumber kalori saling terkait satu sama lain. Dengan aplilaski ini kita bisa saja membeuat beberapa quist yang  membuat siswa mampu memprediksi,  mengali pengetahuan siswa secara mendalam tentang konsep tersebut. Dalam merancang quis dapat ditingkatkan level pemahaman ya dari tingkat mudah hinga sulit. Apa keuntungan yang kita dapat dari mengaplikasikan PhET ini adalah sangat membuat anak termotivasi, dan sangat aktif.  Setelah istirahat siang kelas kita digabung antara kelas IBL dan Kelas STEM sehingga kelas menjadi padat dan ramai lagi. Diskusi akhir sebelum menjelang jam 5 kita fokus pada simulasi tentang model atom, menetukan struktur atom , mencario mass , dan menentukan bagaiman muatan bisa negatip atau piosistip atau inti stabil atau tidak stabil, hal ini dilakukan dengan cara melihat LKS dan simualsi pada aplikasi PhET. Pada sesi akhir pertemuan ini ariel kembali menegasakan bahwa aplikasi ini sangat terbuka dan dapat digunakan oleh siapa saja ( open source) baik pada level elementary atau hight school. Ariel juga menegaskan bahwa kelemahan dari pada aplikasi ini adalah tidak disertai video, maupun materi atau topik yang banyak, materi atau topik pada PhET ini memang lebih banyak mengandung simulasi terkait ilmu fisika, namun tidak banyak pada kimia, apalagi Biologi.

Loading Likes...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *