Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

Setetes Air di Hari Alastu

Cerita dimulai pukul 01.30 bagian Nagoya. Tiba-tiba saya dan teman sekamar terbangun karena merasa ada goncangan. Pigura yang menempel di dinding bergerak-gerak. Tentu saja kami kaget, ada gempa kah? Atau sy yang ngelindur? Segera saja kalimah istighfar dan mohon perlindungan kami panjatkan … Akan tetapi goncangan tidak berlangsung lama yaitu sekitar 1 menit dan keadaan menjadi tenang kembali.

Hp yang ada di nakas pun segera ku sambar, dan ternyata benar… Di group WA kami sudah heboh. Itu artinya saya sadar dan tidak ngelindur. Bahwa barusaja terjadi goncangan singkat.

Senseii pembimbing rombongan fast respon dan masih terjaga, memberikan pesan via WA untuk tidak panik. Karena kejadian spt itu sdh sangat biasa terjadi di Nagoya Jepang. Dan kami dihimbau untuk tetap tenang dan akan terbiasa dengan keadaan seperti ini.

Hmm…..tentu saja kami bersyukur tapi Sepertinya kami satu hati, satu rasa… “masih berdebar-debar” karena msh blm terbiasa. Demikianlah komentar beberapa teman-teman. Diambil hikmahnya saja.

Ah, iya… Ternyata saya blm menunaikan sholat isya’. Mungkin goncangan kecil tadi adalah alarm yang mengingatkanku untuk bermunajat kepada Nya.

Waktu menunjukkan pukul 02.30 rasa kantuk pun menyerang. Sehingga saya tertidur lagi. Tidak terasa waktu cepat berlalu dan pagi pun sdh menjelang.

Hari ini tidak ada jadwal ke kampus, sehingga bisa lebih santai dan tidak terburu-buru. Tanpa terasa sudah masuk hari ke enam di Nagoya. Biasanya pukul 06.00 sudah harus bersiap diri untuk mengambil sarapan pagi dan pukul 07.00 berangkat ke kampus. Meskipun kelas dimulai pukul 08.30. Kami berangkat awal Karena harus jalan kaki menuju stasiun bawah tanah yang jaraknya sekitar 1,5 km dari penginapan. Dilanjutkan naik subway di stasiun sakkae menuju stasiun Nagoya daigaku selama 20 menit. Dan harus berjalan lagi sekitar 1km menuju kampus yang memakan waktu 10 menit an. Dan harus on time.

Hmmm… Sekarang hari libur. Cerita kampusnya next time saja ya. Kulihat info cuaca di Hp dan menunjukkan suhu 2 dercel “dibaca derajat celcius”. Wow… Tentu itu dingin sekali dan sepertinya saya sudah mulai terbiasa. akan tetapi hari ini infonya akan cerah dan biasanya cerah beneran. Andaikan info cuaca akan terjadi hujan siang hari, ya akan hujan beneran… Semua orang akan membawa payung. Info cuaca di Jepang akurat sekali.

Sebelum memulai aktivitas, tidak lupa kusapa dulu suami dan anak-anak via video call, sebagai pengobat rindu dan homesick yg sesekali mendera… Alhamdulillah, mereka baik2 saja. Dan saya pun minta doa agar selama di Jepang diberikan kesehatan.

Today is Saturday… Acara kami adalah site visite. Yaitu ke Planetarium sebagai destinasi pertama. Seperti biasa untuk acara kunjungan kami berangkat bersama-sama yaitu peserta dan WI yang dipandu oleh guide “mas Eling”. Perjalanan ke planetarium kami tempuh by subway dengan mengunakan kartu paket 1 hari penuh untuk bisa berkeliling Nagoya, meskipun kami berhenti di beberapa stasiun tidak perlu lagi membeli tiket. Dan menggunakan kartu subway paket kami juga mendapatkan diskon masuk tempat wisata, cukup membantu hanya dengan membayar 600 yen.

Planetarium ini adalah sebuah museum sains di Nagoya. Jangan ditanya gimana keadaannya ya? Awal kami menjejakkan kaki di “Nagoya City Science Museum” kami diberikan pemandangan yang menarik. Taman luas yang bersih, dimana ada beberapa pekerja yang bersiap memasang tenda menyambut perayaan musim semi. Yang dikenal dengan ” hanami”. Festival Hanami adalah acara perayaan melihat bunga sakura yang berlangsung pada saat musim semi, tepatnya bulan April. Pada saat Festival Hanami, orang-orang berkumpul di bawah pohon sakura untuk piknik sambil makan, minum, dan bernyanyi. Umumnya, bunga sakura hanya mekar selama tujuh sampai sepuluh hari dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Nah… Kami memang beruntung, sakura mekar lebih awal dari biasanya. Sehingga di bulan maret sudah ada bunga sakura yang mulai mekar.

Planetarium ini adalah sebuah museum sains di Nagoya. tampak di halaman depan ada prototipe dari roket ulak alik Nasa yang terpajang sesuai dengan ukuran aslinya. Kedatangan kami disambut guide 2 yaitu mas Fauzan yang memfasilitasi tiket masuk ke museum. Selanjutnya kami masuk dan berkeliling di dalam museum. Kami disuguhkan kecanggihan sains dan fenomena alam yang berkaitan dengan sains. Suasana museum cukup ramai, tapi tidak ada kegaduhan karena budaya antrinya sdh tertib luar biasa.

Pukul 11.20 saatnya melihat atraksi sains di sebuah ruangan cukup besar berbentuk bulat… Dimana tidak diizinkan untuk gaduh, memotret, dan membawa makanan. Disajikan sebuah pertunjukan 3 dimensi di layar yg luas. Kali ini tema nya adalah fenomena bumi dan langit. Jadi disuguhkan gambaran langit yang begitu nampak nyata, seolah2 bintang-bintang ada di depan mata. Ada galaksi bimasakti. Dan….. Ah, Sayang sekali semua menggunakan bahasa Jepang. Jadi Sebagian hanya menduga-duga saja. “what is the meaning..?? ”

Show up berlangsung 50 menit, saat pertunjukan usai kami makan siang di tempat yg sdh disediakan. Yaitu ruang makan, karena tdk diperbolehkan makan disembarang tempat. Habis makan sampah harus dibawa sendiri sendiri sampai menemukan tempat sampah yang tepat untuk membuang sisa makanan. Karena di tempat itu tidak ada tempat sampah untuk makanan catering (baca :nasi).

Membuang sampah harus dipilah pilah… Dan disini sangat diterapkan. Hmmm… Saya jadi teringat, karpet di hotel tempat kami menginap juga tidak boleh basah, karena bukan area basah. Atau denda yang cukup tinggi bila ada yang melanggar.

Membuang botol minuman harus dalam keadaan kosong dan tutup harus dilepas. Nasi sisa harus dipisah dengan tempatnya, dan harus tetap tertata rapi kotak pembungkusnya. Awalnya mungkin sempat merasa aneh, tapi itu hal yang baik sekali dan butuh kesadaran yang baik pula.

Setelah makan siang perjalanan kami lanjutkan ke destinasi kedua yaitu “Nagoya Castle” . Sekitar 5 km menempuh perjalanan kami sdh tiba di lokasi. Cukup membayar tiket 400 yen dan diskon dari kartu free for 1 day kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Lagi lagi kami disambut bunga sakura yang berjajar, sebagian sdh mulai mekar dan yang lainnya masih kuncup. Nah… Nah… Pasti mulai kepo.

Ada pertunjukan ninja, dan toko-toko souvenir yang sangat menggoda mata dan dompet. Nagoya castle ini adalah pusat pemerintahan Nagoya. Dimana masing masing perfecture memiliki pusat pemerintahan masing-masing. Bangunan bersejarah yang kokoh dan sangat terpelihara ini cukup menarik wisatawan. By the way… Kastil ini dikelilingi pohon sakura dan pohon cemara yang indah sekali, hampir tiap sudutnya menjadi spot foto untuk berselfie ria. Dinding benteng yang kokoh dan tersusun rapi dari batu alam menunjukkan kecanggihan arsitekturnya, kebersihan menunjukkan kesadaran yang tinggi, kebudayaan yang terjaga menunjukkan karakter yang tangguh.

Tidak terasa jam kunjung sudah habis, dan kami harus segera kembali. Hmmm… Kaki sdh terasa gempor, Tapi senang. Semoga

bisa dipertemukan lagi di kesempatan yang lebih baik. Bagian dari doa yang telah dijanjikanNya. “Allastu Birabbikum”….yakinlah.

 

Loading Likes...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *