Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

STEM Versi Ausie

STEM

 

Hari jum’at tanggal 15 maret 2019 adalah hari ke 14 kami berada di Darwin. Hari ini kami mendapatkan pengalaman untuk mempraktekan kembali pembelajaran berbasis STEM. Narasumber menyiapkan beberapa set perlengkapan praktikum yang harus di coba oleh para peserta.

Praktek 1

  • Secara berkelompok melakukan Praktek pembelajaran STEM mengenai fungsi bahan transparan dalam menahan sinar ultra violet A dan ultra violet B

Praktek 2

Secara berkelompok melakukan  Praktek pembelajaran STEM mengenai posisi sudut panel surya dalam menyerap sinar matahari

  • Bahwa salah satu ciri pembelajaran STEM adalah adanya manipulasi variable

Praktek 1

  • Seperti contoh pada kegiatan praktek 1 pembelajaran STEM yang dilakukan yaitu dengan memanipulasi bahan transparan untuk menahan sinar UVA dan UVB. Bahan material tersebut adalah: kaca mata hitam, plastic transparan, gelas bening dan tanpa bahan apapun (sinar matahari langsung)
  • Konsep sains nya adalah mengenai cahaya dan media/bahan penahan UVA dan UVB yang paling efektif
  • Teknologinya adalah alat pengukur cahaya UVA dan UVB
  • Enjiniringnya adalah merancang dan merakit percobaan dengan memanipulasi variable bebas (Kaca mata hitam, plastik transparan, gelas dan tanpa penahan)
  • Matematika nya adalah mengukur dan menghitung cahaya UVA dan UVB yang tertangkap alat kemudian mencatatnya

Praktek 2

  • Pada kegiatan praktek 2 pembelajaran STEM yang dilakukan yaitu dengan memanipulasi sudut kemiringan panel surya pada saat dihadapkan kea rah cahaya matahari
  • Konsep sainsnya adalah panel surya dan cahaya (P=V x I)
  • Teknologinya adalah alat dan rangkaian panel surya untuk menangkap cahaya matahari
  • Enjiniringnya adalah merancang dan merakit alat panel surya agar dapat menangkap cahaya matahari dengan sudut yang di ubah-ubah
  • Matematikanya adalah mengukur dan menghitung Volt dan jumlah kuat arus yang masuk kemudian dikalikan serta di jumlahkan totalnya

Pada pembelajaran STEM, projek siswa dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah di dapatkan dan mudah di praktekan oleh siswa

STEM di Australia lebih kearah praktis, tidak terlalu menonjolkan konsep atau batas antara sains, teknologi, enjiniring dan matematika nya. Yang terpenting siswa terlibat aktif dalam pembelajaran untuk memecahkan masalah dengan cara kolaborasi, komunikasi, berpikir kreatif dan berpikir kritis. Jika di indonesia kita akan mempertimbangkan SK, KD, Indikator yang mungkin akan membuat kita berpikir keras untuk merancang pembelajaran STEM yang sesuai.

by

Dida Firgiawan, M.Pd

Loading Likes...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *