Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

Kunjungan Kesekolah Middle dan High School Darwin

Kunjungan Kesekolah Middle dan High School Darwin

Hari ke tiga kegiatan overses kami, yaitu hari Rabu, tanggal 06 Maret 2019, kami di bawa untuk berkunjung Berkunjung kesekolah middle dan High School Darwin. Pada pukul 8 pagi kami diberangkatkan menuju sekolah Darwin Middle School, setelah sampai disana kami disambut dengan hangat oleh para guru disana. Kemudian kami di persilahkan masuk ke ruangan, disana kami  mendapat penjelasan mengenai sekolah, dari mulai kurikulum, seragam, jumlah siswa, dan tata tertib di sekolah. Secara garis besar materi yang disampaikan sebagai berikut:

Kurikulum

Kurikulum yang digunakan di middle school Darwin adalah HQ Curicullum. Guru selalu membuat perangkat pembelajaran dan dianalisis oleh guru senior (guru inti).Template lesson plan ditentukan formatnya oleh sekolah.Guru mengupload dokumen lesson plan ke web.Pembelajaran dilaksanakan selama 4 s.d. 5 jam 20 menit perhari.20 menit pertama dilaksanakan program pendidikan karakter.Aturan sekolah mudah diakses oleh siswa. Ada 4 program pilihan bahasa, yaitu: bahasa indonesia, bahasa Jepang, Bahasa China, dan Bahasa Yunani.

Fasilitas sekolah

Kelas yang digunakan adalah Moving class. Setiap kelas terdiri dari 20d 30 orang siswa. Setiap kelas dilengkapi infocus, papan tulis pintar, tertulis tujuan pembelajaran dan indicator suksesnya mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa lab untuk mendukung pembelajaran diantaranya : lab IPA, lab computer, lab robotic, lab art, lab sejarah, dan lab memasak.Lab dilengkapi dengan ruang persiapan, ruang bahan, dan ruang alat praktikum, pojok jas lab dan kacamata lab, sower untuk kecelakaan bahan cair untuk tubuh dan mata, papan tulis pintar. Fasilitas olah raga memadai. Terdapat Ruang guru, ruang persiapan, ruang administrasi, kantin, perpustakaan baik yang digital maupun berbasis buku. Lorong sekolah sangat bersih dan penuh dengan hiasan. Hasil karya siswa dipajang di dinding. Ruangan ber AC, toilet cukup. Berikut adalah salah seorang guru yang mengantar kami untuk melihat fasilitas sekolah, beliau adalah bu Maria, berasal dari indonesia dan menetap di Australia, dia guru bahasa Indonesia dan guru ipa juga.

Dan ini adalah Pa Luke, dia adalah guru robotik, dia menunjukan cara kerja robot mobil dan menerangkan sensor sensornya.

Seragam dan tampilan Guru-Siswa

Siswa menggunakan seraham, dan seragamnya dari bahan kaos (agar tidak panas dan menyerap keringat). Guru menggunakan pakaian bebas, mereka bebas bertato, menggunakan tindik bahkan potongan rambut yang tidak biasa. 

Sekitar pukul 11.30 kami dipersilahkan untuk Ishoma, setelah selesai kami melanjutkan kunjungan ke sekolah lainya yaitu high school Darwin yang lokasinya tidak terlalu jauh.

Adapun materi yang kami dapatkan selama di high school Darwin adalah sebagai berikut:

Sistem Pembelajaran

Siswa belajar dari jam 7.55 d.14.30. Dalam satu semester, siswa hanya memilih 6 mata pelajaran dengan dua mata pelajaran wajib (matematika dan bahasa inggris) dan 4 mata pelajaran pilihan. Penggunaan kelas secara Moving class. Pakaian siswa bebas, sebenarnya bias seragam juga jika merema mau. Bagi siswa asing diberikan kelas persiapan bahasa inggris sampai bisa berbahasa inggris dengan waktu yang tidak ditentukan. Fasilitas pembelajaran setiap kelas sama dengan universitas. Ujian diberikan sesuai dengan mata pelajaran, ada mata pelajaran yang tidak melaksanakan ujian tulis. Setelah selesai materi kami diajak berkelililing ke beberapa kelas, dintaranya kelas bahasa Indonesia, kelas 3D dan kelas arsitektur. Adapun temuan selama dikelas tersebut adalah sebagai berikut:

Ruang Kelas Bahasa Indonesia

Ruang kelas bahasa Indonesia terdiri dari kurang lebih 20 orang. Pembelajaran dilakukan dengan quiz online memakai quizlet.net dan kahoot. Pembelajaran terlihat menyenangkan bagi siswa

 Ruang Kelas Printer 3D

Siswa sangant interaktif, dan mereka denga ramah mau menjelaskan ke kita apa yang mereka kerjakan. Siswa mendasin gambar 3D di computer. Siswa sangat focus dalam mengerjakan tugas mereka. Mereka memiliki kemampuan mendesain gambar dan menggunakan printer 3D. Guru menfasililtasi siswa agar dapat membuat gambar 3 D dengan kreatif.

 

 Ruang Kelas Arsitektur

Siswa diberikan Lks yang mengarahkan untuk membuat sebuah project,mendisain rumah sesuai yang mereka harapkan, dengan alasan-alasan tertentu, mereka benar-benar terlihat seperti seorang arsitektur.

Nara Sumber :

  1. Mr Ramon Dixon
  2. Mr Peter Coulter

 

Loading Likes...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *